asslm. wr. wb

asslm. wr. wb

andre scabra world

Sabtu, 18 Desember 2010

Fadel Minta Impor Induk Udang Vaname Distop !!

Jakarta - Impor induk udang vaname harus segera dihentikan, penghentian impor induk ini penting untuk mendorong pengembangan usaha produksi induk udang yang sedang berkembang di dalam negeri dan mengurangi ketergantungan impor.

Tindakan penghentian impor ini diyakini akan menaikkan permintaan induk udang nasional yang pada akhirnya akan meningkatkan swasembada induk udang. Keberadaan broodstock center pemerintah dinilai telah berhasil memproduksi induk udang vaname yang kualitasnya lebih baik dari indukan impor.

Indukan tersebut dinamai vaname nusantara I yang diluncurkan sejak bulan Mei lalu papar Menteri Kelautan dan Perikanan, Fadel Muhammad saat panen udang vaname nusantara I di Lampung, Sabtu (28/11/2009).

Menurut Dirjen Perikanan Budidaya, Made L. Nurdjana, hasil pemuliaan vaname nusantara I hanya membutukan waktu 6 bulan pemeliharaan untuk mencapai ukuran induk (>40 g) atau 3 bulan lebih cepat dibandingkan saat diintroduksi.

"Keberlangsungan hidup benur udang ini juga relatif lebih baik dibandingkan benur asal induk impor asalnya, Florida Amerika Serikat. Selain itu, biaya produksi satu pasang induk, varietas baru ini sangat jauh lebih murah yakni berkisar antara Rp. 50 ribu hingga Rp. 75 ribu, sedangkan apabila pembudidaya menggunakan induk udang vaname dari Florida, Amerika Serikat membutuhkan biaya Rp. 300 ribu hingga Rp. 400 ribu. Ini terjadi penghematan sampai 600 %," tegas Made dalam siaran pers Departemen Kelautan dan Pertanian yang dikutip detikFinance , Sabtu (28/11/2009).

Tahun ini Indonesia masih melakukan impor induk vaname sebanyak 320 ribu ekor. Sedangkan kebutuhan dalam negeri untuk induk vaname mencapai 900 ribu hingga 963 ribu ekor per tahun.

Pada tahun 2011, Indonesia menargetkan produksi induk vaname nusantara I sebanyak 1,3 juta ekor, sehingga Indonesia berpeluang untuk melakukan ekspor induk vaname. Pemenuhan indukan udang Vaname Nusantara I akan memperkuat mata rantai produksi perikanan.

"Komoditas udang masih merupakan komoditas perikanan budidaya yang memberikan kontribusi ekspor cukup besar. Oleh karenanya sangat penting untuk dikembangkan, di samping itu juga untuk memenuhi permintaan konsumsi dalam negeri," kata Fadel.

Dalam periode 2010-2014, produksi udang diharapkan dapat meningkat sebesar 74,75 %, yaitu dari 400.000 ton menjadi 699.000 ton, yang terdiri dari udang vaname (Penaeus vanammei) dan udang windu (Penaeus monodon).

Produksi udang vaname selama ini dikembangkan dengan teknologi semi intensif dan intensif. Melalui manajemen budidaya yang lebih baik ditargetkan produksinya dapat meningkatk sebesar 17,38% per tahun, yaitu: 275 ribu ton pada tahun 2010 menjadi 500 ribu ton tahun 2014.

Untuk mewujudkan hal ini, Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) telah membangun Broodstock Center atau pusat produksi induk udang unggul vaname Nusantara di Bali, guna memenuhi kebutuhan induk udang di dalam negeri dan mengurangi ketergantungan akan induk impor.

Kemampuan produksi Broodstock Center tersebut diperkirakan mencapai 240 ribu ekor induk unggul per tahun dan akan menjadi Broodstock Center terbesar di dunia.

Hasil budidaya udang vamane dari induk nusantara I yang telah dibudidaya di Provinsi Kalimantan Barat, Lampung dan Jawa Timur menunjukkan hasil yang memuaskan. Artinya, tidak ada kekhawatiran akan kelangkaan benih udang bermutu yang diperlukan dalam program peningkatan produksi udang.

"Agenda yang sekarang yang paling penting adalah mengedukasi para petambak udang agar meniru dan belajar dari bangsa Jepang yang sangat mencintai produk dalam negerinya melalui pemanfaatan Broodstock Center yang telah dibangun secara maksimal," tutur Made.

Percepatan peningkatan produksi udang nasional terkait erat dengan akses ke sumber keuangan. Budidaya udang sebenarnya tidak jauh berbeda dengan usaha pertanian, jika di sektor pertanian ada kredit usaha tani kenapa untuk sektor perikanan tidak ada kredit usaha perikanan?

"Jika sektor perbankan proaktif membantu pengembangan sektor perikanan budidaya melalui kredit mikro maka percepatan peningkatan produksi perikanan nasional menjadi lebih laju," papar Fadel.

2 komentar:

  1. asw. mas kuliah nya dimana?
    jurusan perikanan yah ?

    BalasHapus
  2. maav bru sempat balas..
    ia, sya kuliah perikanan..
    universitas muhammadiyah malang .. :)

    BalasHapus